Warga
di dua Desa, yakni Desa Kedungading dan Desa Kedungasri, Kecamatan
Ringinarum, berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal dapat
membangunkan jembatan penyeberangan di atas Kali Blukar. Hal itu
dipandang perlu, mengingat selama ini akses transportasi baik ke pusat
kota Kendal maupun ke berbagai desa di dua Kecamatan, yakni Kecamatan
Gemuh dan Kecamatan Ringinarum lebih dekat.
Menurut Tokoh Masyarakat Desa Kedungasri, Solikin (45) permintaan
warga agar Pemkab Kendal membuatkan jembatan penghubung antara dua
kecamatan itu sudah diajukan melalui pihak desa pada tahun 2010 silam,
namun hingga kini belum ada tanggapan sama sekali.
“Hampir tiga tahun, sejak tahun 2010 silam, warga, melalui desa sudah mengajukan proposal ke Pemkab Kendal agar dibuatkan jembatan permanen penghubung antar dua kecamatan tersebut. Namun hingga kini blas belum ada jawaban sama sekali,” ungkapnya .
Ia mengatakan, sebenarnya keberadaan jembatan itu cukup penting adanya, sebab dengan dibangunkanya jembatan itu akan bisa dinikmati oleh berbagai desa yang ada di dua kecamatan. Dengan adanya jembatan tersebut, baik masyarakat beberapa desa dari Kecamatan Gemuh yang berada di bagian Timur kali Blukar maupun masyarakat berbagai desa dari Kecamatan Ringinarum yang berada di bagian Barat kali Blukar jika ada keperluan tak harus memutar hingga tiga kilo meter lebih.
Hal senada diungkapkan Juwaeni (50) warga Desa Kedunggading, Dukuh Tapak Timur. Dia mengatakan, sudah sejak lama warga minta kepada Pemkab Kendal agar dibuatkan jembatan penghubung berada di atas kali Blukar. Tak hanya dilakukan melalui pengajuan proposal, akan tetapi permintaan pembuatan jembatan tersebut juga pernah diaspirasikan kepada salah seorang dewan.
“Hampir tiga tahun, sejak tahun 2010 silam, warga, melalui desa sudah mengajukan proposal ke Pemkab Kendal agar dibuatkan jembatan permanen penghubung antar dua kecamatan tersebut. Namun hingga kini blas belum ada jawaban sama sekali,” ungkapnya .
Ia mengatakan, sebenarnya keberadaan jembatan itu cukup penting adanya, sebab dengan dibangunkanya jembatan itu akan bisa dinikmati oleh berbagai desa yang ada di dua kecamatan. Dengan adanya jembatan tersebut, baik masyarakat beberapa desa dari Kecamatan Gemuh yang berada di bagian Timur kali Blukar maupun masyarakat berbagai desa dari Kecamatan Ringinarum yang berada di bagian Barat kali Blukar jika ada keperluan tak harus memutar hingga tiga kilo meter lebih.
Hal senada diungkapkan Juwaeni (50) warga Desa Kedunggading, Dukuh Tapak Timur. Dia mengatakan, sudah sejak lama warga minta kepada Pemkab Kendal agar dibuatkan jembatan penghubung berada di atas kali Blukar. Tak hanya dilakukan melalui pengajuan proposal, akan tetapi permintaan pembuatan jembatan tersebut juga pernah diaspirasikan kepada salah seorang dewan.
Anggota Dewan Komisi A DPRD Kendal, Budiono Skom, membenarkan saat
reses di dapilnya dirinya mendapat keluhan warga soal permintaan supaya
dibuatkan jembatan di atas kali Blukar yang menghubungkan antara dua
kecamatan itu.
“Memang betul, saat serap aspirasi di Desa Kedunggading, dan Kedungasri warga meminta agar dibuatkan jembatan di atas kali Blukar, karena keberadaan jembatan itu sangat penting sebagai akses jalur transportasi terdekat antara berbagai desa baik yang berada di Kecamatan Gemuh maupun Kecamatan Ringinarum. Pasalnya selama ini jika ada keperluan, warga terpaksa harus memutar hingga tiga kilo meter lebih,” ungkapnya. (11)
“Memang betul, saat serap aspirasi di Desa Kedunggading, dan Kedungasri warga meminta agar dibuatkan jembatan di atas kali Blukar, karena keberadaan jembatan itu sangat penting sebagai akses jalur transportasi terdekat antara berbagai desa baik yang berada di Kecamatan Gemuh maupun Kecamatan Ringinarum. Pasalnya selama ini jika ada keperluan, warga terpaksa harus memutar hingga tiga kilo meter lebih,” ungkapnya. (11)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar