Dikutip dari Buku Dzikir karangan DR. Miftah Faridl, Bab 2.
1. Setiap muslim hendaknya YAKIN akan KEAGUNGAN, KEBESARAN, KEADILAN
DAN KASIH SAYANG ALLAH SWT. Mereka TIDAK BOLEH BERPUTUS ASA UNTUK MERAIH
RAHMAT DAN KASIH SAYANG-NYA itu. Allah SWT Maha Kuasa untuk berbuat apa
saja yang dikehendaki-Nya, tapi Allah juga Maha Adil untuk memberikan
balasan dan imbalan atas segala perbuatan kebajikan yang dilakukan oleh
hamba-hamba-Nya, dan Allah pun Maha Kasih dan Maha Sayang kepada
hamba-hamba-Nya yang senantiasa mengharapkan kasih sayang-Nya. Allah
Maha Kasih dan Maha Sayang, dan Kasih Sayang Allah kepada
hamba-hamba-Nya mengatasi segala sifat-sifat-Nya yang lain.
2. Setiap muslim hendaknya YAKIN bahwa BESERTA KESULITAN SELALU ADA
KEMUDAHAN, SEPANJANG MANUSIA BERUSAHA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH UNTUK
MENDAPATKANNYA. Tidak ada penderitaan yang abadi sepanjang kehidupan
manusia di dunia ini.
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu selalu ada kemudahan. Maka
apabila kamu selesai (dari sesuatu urusan termasuk memperoleh
penderitaan), maka berdiri tegaklah kamu untuk melaksanakan (urusan)
yang lain dan pada Tuhan-mu hendaklah kamu mengharap balasannya.”
(Q.S Al Insyirah, 94 : 5-8)
3. Apa-apa yang terjadi pada diri seseorang TIDAK LEPAS DARI QADHA
DAN QADAR ALLAH SWT YANG SEKALIGUS SEBAGAI AKIBAT DARI AMAL DAN USAHA
DIRINYA.
Kesuksesan adalah karena Kasih Sayang Allah SWT kepada seseorang dan sekaligus sebagai imbalan atas kebaikannya.
Adapula kesuksesan yang justru sebagai akibat dari kemarahan Tuhan kepada seseorang, dan Tuhan mengancam akan menyiksanya.
Demikian juga kegagalan, penderitaan dan kepahitan hidup tidak lepas
dari Qadha dan Qadar Allah SWT yang mungkin sebagai balasan atas
kealpaan dan kesalahan orang yang mengalaminya. Sehingga dia harus
selalu berusaha bertaubat, memperbaiki diri, belajar dari kealpaan dan
kesalahan yang telah diperbuatnya di masa lalu.
4. KEGAGALAN DAN KESUKSESAN, KEPAHITAN DAN KEMANISAN hidup adalah
BAGIAN DARI UJIAN KEHIDUPAN. Orang yang SYUKUR ATAS NIKMAT yang
diberikan ALLAH SWT adalah mereka yang KUAT IMANNYA, LULUS UJIAN
HIDUPNYA, DAN MEREKA AKAN MEMPEROLEH TAMBAHAN NIKMAT DARI-NYA. Orang
yang sabar atas musibah, derita dan kesulitan adalah orang yang kuat
imannya, lulus dalam ujian hidupnya dan akan dihapuskan dosa dan
kesalahannya.
5. Setiap muslim HARUS MENYADARI AKAN KELEMAHAN DIRINYA, KETERBATASAN
ILMU PENGETAHUANNYA. Sehingga dia harus selalu melibatkan Allah dalam
setiap keputusan hidupnya, yaitu dengan cara berdoa, berzikir, mengikuti
majelis ta’lim, membaca Al Qur’an dan Sunnah. Manusia sering mengambil
sesuatu keputusan yang merugikan dirinya, atau tidak mengambil satu
keputusan yang akan menguntungkannya. Kadang2 manusia mencintai sesuatu
padahal itulah yang akan mencelakakannya. Kadang2 mereka membenci
sesuatu yang justru dapat membahagiakannya. Demikian diisyaratkan oleh
Allah SWT dalam Al Qur’an.
6. Tidak sedikit orang MEMPEROLEH KESUKSESAN HIDUP justru SETELAH DIA
MEMPEROLEH SEJUMLAH KEPAHITAN HIDUP. Banyak pula orang yang mendapatkan
sejumlah penderitaan sebagai akibat dari kegembiraan dan kenikmatan.
ADA ORANG YANG UNTUNG KARENA MUSIBAH.
DAN ADA ORANG YANG RUGI KARENA SUKSES.
Musibah dan derita yang sering menimpa seseorang ternyata mengandung hikmah pelajaran dan keberuntungan.
Tidak salah kalau ada satu nasehat : “BAHWA DALAM SETIAP KEJADIAN SENANTIASA TERDAPAT HIKMAH PELAJARAN YANG DAPAT DIMANFAATKAN”.
BUKANLAH sesuatu yang MUSTAHIL apabila KEGAGALAN DAN KEPAHITAN HIDUP
yang menimpa pada seseorang JUSTRU MERUPAKAN PROSES AWAL UNTUK
MEMPEROLEH KESUKSESAN DAN KEMENANGAN.
7. Kehidupan DUNIAWI itu sering DIHIASI OLEH KEPALSUAN DAN PERMAINAN.
Orang yang JUJUR TERKUBUR, orang yang JAHAT MALAH NAIK PANGKAT.
Orang yang SABAR TERKAPAR, dan orang yang BERDOSA malah DAPAT BINTANG JASA.
KEADILAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH HANYA DAPAT DIRASAKAN DALAM KEHIDUPAN DI AKHIRAT KELAK.
APA-APA YANG DILAKUKAN OLEH SESEORANG DI DUNIA SEKARANG TIDAK AKAN LEPAS
DARI PENGAWASAN, PENCATATAN, DAN PERHITUNGAN DI MASA YANG AKAN DATANG
(AKHIRAT).
WALLAHU’ALAM BISHAWAB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar