Seorang kawan menuliskan dalam kolom fs-nya:
Tulislah rencanamu dengan sebuah pensil, tapi berikan penghapusnya
kepada Allah. Izinkan Dia menghapus bagian-bagian yang salah &
menggantikan dengan rencana-Nya yang indah di dalam hidupmu. Maka engkau
akan bersyukur atas apapun yang terjadi…
Sebuah nasehat yang indah. Jika dilakukan dengan penuh ketulusan akan
menuai ketenangan. Jika dijalankan dengan penuh kejujuran, akan
berujung dengan kedamaian.
Pernah ada seorang sopir tua yang ditanya oleh majikannya tentang
cuaca di hari itu. “Bagaimana cuaca hari ini?” tanya sang majikan.
“Cuaca hari ini adalah cuaca yang saya sukai”, kata sang sopir. Dengan
perasaan heran, sang majikan bertanya lagi, “Bagaimana bisa?”. Sang
sopir lalu berkata, ”sudah sekian tahun dalam hidup saya, saya tidak
selalu mendapatkan apa yang saya inginkan. Jadi saya belajar menyukai
apapun yang saya dapatkan.”
Memang dalam perjalanan hidup kita, tak selamanya kita mendapatkan
apa yang kita inginkan. Jadi, adalah tindakan yang bijak jika kita slalu
berusaha menyukai dan mensyukuri apa yang kita dapatkan. Tapi, bukan
berarti kemudian kita hanya berpangku tangan. Kerja keras harus ada.
Kemudian diikuti dengan kepasrahan.
Pasrah bukan berarti kita berpangku tangan. Pasrah yang sesungguhnya
adalah berusaha sekeras mungkin dengan berbagai strategi dan kemudian
menyerahkan hasilnya kepada Allah. Dengan begitu, ketenangan dan
kedamaian akan selalu menghinggapi hati kita. Karena kita yakin
sepenuhnya, bahwa belum tentu yang kita inginkan adalah yang terbaik
menurut Allah. Dan bisa saja, apa yang tidak kita inginkan, justru yang
terbaik untuk kita dalam pandangan Allah…
Semoga ayat berikut bisa menjadi renungan buat kita,
“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan
boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah :216)
Jazakillah
http://kunkaizen.blogspot.com/2008_12_01_archive.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar