Pergantian tahun kerap dijadikan sebagai ajang unjuk gigi metode baru
menyebarkan virus. Jika sebelumnya virus lokal ‘hopeless’ telah
mengawali rekan-rekan pembuat virus lokal di 2009, maka virus
mancanegara juga tak mau ketinggalan dan muncul dengan varian virus
‘Conficker’. Analis virus dari Vaksincom Adi Saputra menilai, Conficker
merupakan virus yang canggih yang cukup cerdas, karena memiliki
kemampuan meng-update dirinya dan memiliki satu payload spesial yang
sangat menyulitkan pembuat antivirus untuk membuat tools membasmi
dirinya. “Sehingga tak jarang, jika jaringan komputer di kantor Anda
terinfeksi virus ini, meskipun Anda sudah banting tulang membersihkan
tetapi virus tersebut tetap membandel,” ujarnya dalam keterangan
tertulisnya seperti yang dilansir detikINET, Rabu (28/1). Conficker
yang dulu muncul pada kasus ‘Generic Host Process’ error kali ini muncul
dengan varian dengan target serangan Windows XP, Vista, semua versi
Windows Server. Bahkan, kata Adi, Windows 7 versi Beta pun masih rentan
atas serangan virus ini. Norman Security Suite mendeteksi varian baru
virus tersebut sebagai W32/Conficker.DV, sedangkan antivirus lain
mendeteksi sebagai Win32.Kido.CG (Kaspersky), W32.Downadup.B (Symantec),
W32.Downadup.AL (F-Secure), W32.Conficker.B (Microsoft),
W32.Conficker.A (CA, Sophos dan McAfee), Worm_Downad.AD (Trend Micro)
dan W32/Conficker.C (Panda). Ciri File Virus Dijelaskan Adi, virus
Conficker.DV memiliki file yang dikompres melalui UPX. File virus
berukuran 162 kb. File virus
yang masuk bertipe gambar (gif, jpeg, bmp,
png). Sedangkan file yang aktif umumnya bertype ‘dll’ (dynamic link
library). Selanjutnya file virus yang berusaha masuk akan berada pada
lokasi temporary internet. Jika file virus yang masuk berhasil
dijalankan, virus akan mengkopi dirinya pada salah satu lokasi folder.
File ‘dll’ inilah yang aktif dan mendompleng file svchost.exe (Windows
Server Service) untuk melakukan penyebaran virus kembali. “Virus juga
akan mengcopy file ‘[%nama acak%].tmp’ pada folder ‘%WINDOWS%\system32′
[contohnya : 01.tmp atau 06.tmp]. Setelah menggunakan file tsb, kemudian
virus mendelete file tsb,” tukas Adi. Nah, jika sudah terinfeksi
W32/Conficker.DV, virus ini akan menimbulkan gejala/efek sebagai
berikut: * Jika varian sebelumnya mematikan service ‘Workstation,
Server dan Windows Firewall/Internet Connection Sharing (ICS)’. Maka
kali ini virus berusaha untuk mematikan dan mendisable beberapa service,
yaitu wscsvc: Security Center, wuauserv: Automatic Updates, BITS :
Background Intellegent Transfer Service, ERSvc: Error Reporting Service
dan yang lainnya. * Virus mampu melakukan blok terhadap program
aplikasi yang berjalan saat mengakses website yang mengandung string
berikut: Ccert, sans, bit9, windowsupdate, wilderssecurity dan masih
banyak lagi. Hal ini dilakukan tanpa melakukan perubahan pada host file
yang ada. Dengan melakukan blok, dapat mencegah program anti-malware
untuk melakukan update antivirus dan mencegah user saat mencoba akses ke
situs keamanan. * Virus berusaha melakukan perubahan pada sistem
Windows Vista/Server 2008 dengan menggunakan perintah: ‘netsh interface
tcp set global autotuning=disabled’. Dengan perintah ini, maka windows
auto tuning akan didisable. Windows Auto-Tuning merupakan salah satu
fitur dari Windows Vista dan Server 2008 yang berguna untuk meningkatkan
performa ketika mencoba akses jaringan. * Virus berusaha
mendownload dan mengeksekusi file (bmp, gif, jpeg, png) yang kemudian
masuk pada temporary internet. * Virus akan memeriksa koneksi
internet dan mendownload file dengan menyesuaikan tanggal setelah 1
Januari 2009. Untuk itu virus memeriksa pada beberapa situs berikut:
baidu, google, yahoo, msn, hingga ask.com * Virus akan membuat rule
firewall pada gateway jaringan lokal yang membuat serangan dari luar
terkoneksi dan mendapatkan alamat external IP Address yang terinfeksi
melalui berbagai macam port (1024 hingga 10000). * Virus akan
membuat service dengan karakteristik tertentu agar dapat berjalan
otomatis saat start-up windows serta membuat HTTP Server pada port yang
acak * Virus membuat scheduled task untuk menjalankan file virus
yang sudah dikopi dengan perintah: ‘rundll32.exe .[%ekstensi acak%],
[%acak]‘ (detikINET)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar