menerapkan 5 prinsip Natural Intelligence (NatIn™), berikut ini:
1. Menyadari jika kita ini seperti bertamu.
Hanya dimasa-masa awal saja kita merasa betapa bernilainya pekerjaan
kita. Bertahun-tahun kemudian, ego kita tumbuh lebih besar dari
kesadaran kita atas diri sendiri. Apalagi ketika orang-orang menyebut
kita sebagai karyawan senior. Wuih…, rasanya kita ini paling pantas
dihargai dan disanjung. Maklum, karyawan senior. Apa lagi kalau kita
sudah punya jabatan. Gua ini boss. Padahal, kita ini bukan pemilik
kantor. Sebenarnya disana kita hanya bertamu. Sama seperti orang lain
pada umumnya. Sebagai tamu, kita terikat kepada berbagai aturan dan
kepatutan. Dan sebagai tamu, kita bisa dipersilakan pulang jika
berperilaku tidak sesuai dengan tata krama atau ketentuan yang
diterapkan oleh sang tuan rumah. Maka ketika sadar akan posisi sebagai
tamu, kita bisa lebih mawas diri selama berada di kantor.
2. Memelihara rasa syukur.
Diluar sana, ada ribuan atau jutaan orang yang sangat menginginkan
kesempatan seperti Anda. Boleh masuk ke kantor itu. Mengerjakan
tugas-tugas yang diberikan. Dan mendapatkan penghasilan setiap bulan.
Diawal-awal karir, rasa syukur itu seolah memenuhi udara yang kita
hirup. Sehingga semua yang kita dapatkan dari kantor terasa sekali
nikmatnya. Bertahun-tahun kemudian, kita merasa semuanya sudah terlalu
biasa. Sudah menjadi hambar. Lalu keseharian kerja kita berubah menjadi
sebuah rutinitas yang membosankan. Dulu, kita memasuki kantor dengan
antusias. Sekarang kita melakukannya dengan perasaan terpaksa. Dulu,
kita betah sekali setiap kali berada didalamnya. Sekarang, ingin
cepat-cepat pulang saja. Jika itu yang Anda rasakan, Anda perlu
memeriksa; apakah masih ada rasa syukur didalam dada Anda?. Jika rasa
syukur itu terus terpelihara, niscaya kenikmatannya tetap terasa.
3. Menyadarinya sebagai anugerah.
Tidak semua orang boleh masuk ke kantor kita. Pagi ini, kita memasukinya
tanpa ada yang bertanya; ‘siapa Anda?’. Maka fakta bahwa pagi ini kita
boleh memasukinya adalah sebuah anugerah yang sangat besar. Sayangnya,
anugerah itu sering tertutupi oleh ketidakpuasan kita tentang ini dan
itu. Terhalang penghasilan. Bukan soal besar atau kecilnya. Tapi, sesuai
atau tidaknya dengan yang kita harapkan. Terhalang beban kerja. Bukan
soal berat atau ringannya. Tapi, tidak sepadan dengan imbalan. Terhalang
orang perlakuan atasan. Kemacetan jalan. Kebijakan perusahaan. Suasana
kerja yang buruk dan sikut-sikutan. Semuanya sangat menyebalkan. Karena
perhatian kita terfokus kepada hal-hal yang membuai hati terasa gerah,
maka kita tidak lagi menyadarinya pekerjaan itu sebagai sebuah anugerah.
Selama menyadari anugerah itu, kita bisa berkerja dengan penuh gairah.
4. Menjaga keindahan dan kenyamanannya.
Kantor itu berada di kawasan elit. Gedung menjulang, dengan fasilitas
kelas atas. Namun, ketika memasuki bagian dalamnya; tumpukan kardus
berjejer disepanjang koridor. Kertas berserakan diatas meja kerja.
Remah-remah sisa makanan berceceran diatas karpet. Setiap orang saling
mengomentari tentang betapa berantakannya kubikal teman sebelahnya.
Konsultan tata ruang kantor pun disewa. Lalu menentukan hanya 9 item
benda yang boleh berada disetiap kubikal meja kerja. Semua orang kesal,
hingga hasil kerja konsultan yang mahal itu pun menjadi tidak berharga.
Apanya yang salah? Sikap mereka sendiri terhadap ruang kerjanya. Tidak
seorang pun bisa menata meja kerja, selain orang yang setiap hari
menggunakannya. Maka tidak masuk akal jika mengharapkan office boy yang
melakukannya untuk kita. Karena kitalah yang paling bertanggungjawab
untuk menjaga keindahan dan kenyamanannya.
5. Menjaga hubungan dengan rekan kerja.
Sebagus apapun desain interior kantor Anda, tidak akan terasa nyaman
jika hubungan dengan orang-orang didalamnya tidak bagus. Banyak orang
yang tidak saling bertegur sapa, padahal berada di ruangan yang hanya
dipisahkan oleh sekat tipis setinggi satu setengah meter saja. Padahal
jika berhasil membangun hubungan baik dengan teman-teman, kita bisa
menjalani semua tantangan dan kesulitan dalam pekerjaan dengan
menyenangkan. Bila ada orang yang senantiasa bersedia menolong. Ada
sahabat untuk saling berbagi. Ada kolega yang siap untuk mengulurkan
bantuan. Perasaan tentram, pasti bersemayam didalam hati. Mengapa?
Karena orang-orang yang mempunyai hubungan baik dengan kita selama
dikantor, berperan seperti udara sejuk yang membuat hidup kita terasa
nyaman dan melegakan. Namun, keadaan seperti itu hanya akan terwujud
jika kita bersedia menjaga hubungan dengan mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar